Pengertian Pasar Menurut Para Ahli Beserta Ciri, Klasifikasi, Jenis, dan Fungsi

Datapengertian.com – Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tidak bisa terlepas dari yang namanya pasar. Pada dasarnya pasar merupakan tempat dimana bertemunya penjual dan pembeli sehingga berlangsungnya transaksi jual beli.

Akan tetapi definisi pasar bisa lebih luas lagi. Pasar tidak hanya menyangkut pasar modern atau tradisional saja, namun juga ada jenis-jenis pasar lainnya yang bisa kita ketahui. Selain itu pasar juga memiliki beragam fungsi.

Maka dari itu pada kesempatan ini kami akan membahas tuntas pengertian pasar, mulai pengertian secara umum, menurut pendapat ahli, hingga ciri-ciri pasar, klasifikasi pasar maupun fungsi dari pasar.

Pengertian Pasar

Pasar adalah sebuah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi, yakni untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan berbagai faktor produksi lainnya.

Pada dasarnya pengertian pasar tidak menunjuk ke sebuah lokasi atau tempat-tepat tertentu, sebab pasar tidak mempunyai batas geografis. Adanya sistem jaringan komunikasi modern bisa meniadakan hambatan atau batasan geografis. Dengan begitu penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi tanpa perlu saling bertatap muka satu sama lain.

Dalam ilmu ekonomi, pasar bisa diartikan sebagai besarnya permintaan dan penawaran pada jenis barang atau jasa tertentu. Pasar juga bisa diartikan sebagai permintaan dan penawaran secara keseluruhan untuk jasa dan barang tertentu. Selain itu definisi pasar lainnya adalah seluruh aktivitas penawaran dan permintaan, termasuk modal, surat berharga, tenaga kerja dan uang.

Pada prinsipnya aktivitas perekonomian yang terjadi di pasar didasari dengan adanya kebebasan dalam bersaing, baik untuk pembeli ataupun penjual. Penjual memiliki kebebasan untuk memutuskan barang atau jasa apa yang semestinya diproduksi dan didistribusikan. Sementara bagi pembeli atau konsumen memiliki kebebasan untuk memilih dan membeli barang atau jasa yang sesuai dengan tingkat daya belinya.

Keberadan pasar sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebab jika terdapat kebutuhan yang tidak bisa dihasilkan sendiri, maka seseorang bisa mendapatnya dari pasar. Konsumen atau pembeli datang ke pasar untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhannya dengan membawa sejumlah uang untuk membayar harganya.

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

Beberapa ahli mengemukakan pendapat mengenai definisi pasar. Berikut penjelasan selengkapnya.

William J. Stanton

Pengertian pasar adalah sekumpulan orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang yang dipakai untuk berbelanja, dan memiliki kemauan untuk membelanjakan uang tersebut.

Wikipedia

Dalam Wikipedia pasar diartikan sebagai institusi, sistem, hubungan sosial, prosedur, serta infrastruktur di mana terdapat usaha untuk menjual barang, tenaga kerja serta jasa untuk sekumpulan orang dengan imbalan uang.

Kotler dan Amstrong

Pasar adalah seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk atau jasa. Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung dari jumlah orang yang menunjukkan tentang kebutuhan serta memiliki kemampuan dalam bertransaksi.

Banyak pemasar yang memandang bahwa penjual dan pembeli sebagai sebuah pasar, dimana penjual itu akan mengirimkan produk maupun jasa yang mereka buat dan juga guna menyampaikan atau mengkomunikasikan kepada pasar. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan uang dan informasi dari pasar tersebut.

KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pasar adalah tempat sekumpulan orang melakukan transaksi jual-beli. Selain itu pasar juga diartikan sebagai sebuah tempat untuk jual beli yang diadakan oleh sebuah organisasi atau perkumpulan dan sebagainya dengan maksud untuk dapat mencari derma.

Handri Ma’aruf

Kata “pasar” menurut Handri Ma’aruf memiliki 3 pengertian, yakni:

1. Pasar dalam arti “tempat”, merupakan sebuah tempat untuk bertemunya para penjual dengan pembeli.
2. Pasar dalam arti “penawaran serta permintaan” , merupakan pasar sebagai tempat terjadinya kegiatan transaksi jual beli.
3. Pasar dalam arti “sekumpulan anggota masyarakat yang mempunyai kebutuhan serta daya beli “, lebih merujuk pada 2 hal, yaitu daya beli dan kebutuhan. Pasar merupakan sekumpulan orang yang berusaha untuk mendapatkan jasa atau barang serta mempunyai kemampuan untuk membeli barang tersebut.

Ciri-Ciri Pasar

Pasar mempunyai beberapa ciri-ciri yang bisa kita amati. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari pasar:

1. Terdapat calon pembeli dan penjual.

2. Terdapat jasa ataupun barang yang hendak untuk diperjualbelikan.

3. Terdapat proses permintaan serta penawaran oleh kedua pihak.

4. Terdapat interaksi diantara pembeli dan penjual baik itu secara langsung ataupun tidak langsung.

Klasifikasi Pasar

Pasar Tradisional

Pasar tradisional merupakan suatu tempat dimana tempat itu merupakan bertemunya para penjual dan pembeli serta terjadinya transaksi jual-beli secara langsung. Umumnya juga terjadi proses tawar-menawar dalam pasar ini.

Bangunan pasar tradisional biasanya berupa los, kios atau gerai dengan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual atau dari pengelola pasar. Kebanyakan pasar tradisional menjual beragam barang kebutuhan masyarakat sehari-hari, jawa dan lain sebagainya.

Hingga saat ini pasar tradisional masih bisa ditemui di hampir setiap kota di Indonesia. Beberapa pasar tradisional yang terkenal adalah pasar Klewer di Solo, pasar Beringharjo di Yogyakarta, dan daerah-daerah yang lainnya. Pasar-pasar tersebut tetap bisa bertahan meski ada banyak pasar modern yang hadir di Tanah Air.

Pasar Modern

Pasar modern pada dasarnya tidak berbeda dari pasar tradisional. Hanya saja pasar ini biasanya terdapat penjual dan pembeli yang tidak bertransaksi secara langsung. Konsumen atau pembeli cukup melihat label harga yang ada di dalam barang tersebut. Pelayanannya juga dilakukan secara mandiri atau swalayan, meski juga tetap dilayani oleh pramuniaga.

Barang-barang yang ditawarkan bermacam-macam, meliputi makanan, baju, sembako dan lain sebagainya. Contoh dari pasar modern adalah minimarket, pasar swalayan atau supermarket dan lain-lain.

Jenis-Jenis Pasar

Pasar bisa dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk kegiatan, cara bertransaksi, menurut waktu dan jenis barang yang dijual. Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa Anda baca.

Jenis Pasar Menurut Bentuk Kegiatannya

Menurut kegiatannya, pasar dibagi menjadi dua, yakni pasar nyata dan pasar tidak nyata. Pasar nyata adalah tempat dimana ada banyak jenis barang yang dijual dan bisa dibeli oleh masyarakat. Contohnya adalah pasar tradisional atau swalayan.

Sedangkan pasar abstrak merupakan pasar dimana terdapat para pedagang yang tidak menawar berbagai jenis barang yang dijual serta tidak membeli secara langsung, namun hanya menggunakan surat dagangan saja. Contoh dari pasar abstrak adalah pasar online, pasar modal, pasar valuta asing, dan pasar saham.

Jenis Pasar Menurut Cara Transaksinya

Menurut cara transaksinya, pasar bisa digolongkan menjadi dua macam. Yaitu pasar tradisional dan pasar modern.

Pasar tradisional merupakan pasar yang memungkinkan penjual dan pembeli melakukan transaksi jual-beli maupun tawar-menawar secara langsung. Barang yang dijual bermacam-macam, biasanya merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

Sedangkan pasar modern merupakan pasar yang sifatnya modern. Artinya ada banyak barang yang dijual dengan harga pas yang sudah tertera di tempat tersebut. Pembeli bisa mengambil barang apa saja yang diinginkan dan kemudian dibawa ke kasir untuk melakukan pembayaran, baik secara tunai maupun non-tunai.

Jenis Pasar Menurut Jenis Barangnya

Ada pasar yang hanya menjual satu jenis barang saja. Seperti pasar sayur, pasar hewan, pasar ikan dan lain-lain. Berikut macam pasar menurut jenis barangnya.

  • Pasar Barang Konsumsi

Pasar barang konsumsi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikan berbagai jenis barang yang dapat dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.

  • Pasar Sumber Daya Produksi

Pasar sumber daya produksi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikan tentang faktor-faktor produksi, contohnya : tenaga kerja, mesin-mesin, tanah, dan tenaga ahli.

Jenis Pasar Menurut Waktunya

Menurut waktunya, pasar bisa dibagi menjadi beberapa macam, yakni:

  • Pasar Harian

Pasar harian ialah tempat pasar di mana merupakan pertemuan antara pembeli serta penjual yang dapat dilakukan setiap harinya. Pasar harian pada umumnya menjual berbagai jenis barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan jasa, kebutuhan bahan-bahan mentah, dan kebutuhan produksi.

  • Pasar Mingguan

Pasar mingguan ialah pasar yang dilakukan setiap seminggu sekali. Biasanya pasar mingguan terdapat di daerah yang penduduknya masih, seperti di pedesaan.

  • Pasar Bulanan

Pasar bulanan ialah pasar yang dilakukan sebulan sekali, dan terdapat di daerah-daerah tertentu. Biasanya terdapat para pembeli di pasar tersebut yang membeli barang-barang tertentu dan kemudian dijual kembali, contoh pasar bulanan adalah pasar hewan.

  • Pasar Tahunan

Pasar tahunan ialah pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Pasar tahunan pada umumnya bersifat nasional serta diperuntukkan untuk promosi terhadap suatu produk baru. Contoh pasar tahunan : Pameran Pembangunan, Pekan Raya Jakarta, dan lain sebagainya.

  • Pasar Temporer

Pasar temporer ialah pasar yang diselenggarakan pada waktu tertentu serta pasar temporer dapat terjadi secara tidak rutin. Pada umumnya, pasar temporer dibuka guna merayakan peristiwa tertentu. Contoh dari pasar temporer adalah Bazar.

Jenis Pasar Menurut Keleluasaan Distribusi

Dalam jenis ini, ada beberapa pasar yang bisa kita ketahui. Antara lain pasar daerah, pasar lokal, pasar nasional dan pasar internasional. Berikut penjelasan masing-masing jenis pasar tersebut.

  • Pasar Daerah

Pasar daerah ialah suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 daerah produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan bahwa pasar daerah melayani permintaan serta penawaran hanya dalam 1 daerah.

  • Pasar Lokal

Pasar lokal merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 kota tempat produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan serta penawaran hanya dalam 1 kota.

  • Pasar Nasional

Pasar nasional merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 negara tempat produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan serta penjualan dari dalam negerii.

  • Pasar Internasional

Pasar internasional merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk dari berbagai negara. Dapat juga dikatakan luas jangkauan dari pasar tersebut adalah di seluruh dunia. Contoh : Pasar kopi di Santos, Brazil.

Jenis Pasar Menurut Bentuk dan Strukturnya

Ada beberapa macam jenis pasar menurut bentuk dan strukturnya. Seperti pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, pasar oligopoli dan pasar monopoli.

1.  Pasar Persaingan Sempurna

Juga disebut pasar persaingan murni, yakni merupakan pasar dimana terdapat banyak pembeli dan penjual serta mereka sudah mengetahui keadaan pasar.

Pasar persaingan sempurna mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut :
1) Barang yang diperjualbelikan sifatnya homogen (sejenis).
2) Pembeli ataupun penjual mempunyai informasi yang lengkap mengenai pasar.
3) Terdapat banyak pembeli dan penjual.
4) Harga yang sudah ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi dapat bebas keluar masuk pasar.
6) Tidak terdapat campur tangan dari pemerintah.

Kelebihan pasar persaingan sempurna :
1) Pembeli dapat dengan bebas memilih produk.
2) Tidak terdapat hambatan dalam mobilitas berbagai macam sumber ekonomi dari suatu usaha ke usaha lainnya.
3) Dapat memaksimalkan efesiensi.
4) Kebebasan memilih dan bertindak.

Kelemahan pasar persaingan sempurna :
1) Tidak mendorong inovasi.
2) Membatasi pilihan konsumen atau pembeli dalam satu barang tertentu.
3) Persaingan sempurna yang memberikan ongkos sosial.
4) Distribusi pendapatan yang tidak merata.

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar ini merupakan kebalikan dari pasar sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna merupakan pasar yang terdiri dari sedikit penjual dan banyak pembeli. Di pasar ini penjual bisa menentukan harga barang. Barang yang dijual berbeda-beda jenisnya.

  • Pasar Monopoli

Adalah pasar yang terjadi saat seluruh penawaran terhadap sebuah barang pada pasar yang telah dikuasai oleh salah seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu

Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut ini.

a) Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga (melakukan monopoli pasar).

b) Penjual lain tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.

c) Pedagang lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan undang-undang atau karena teknik yang canggih.

d) Jenis barang yang diperjualbelikan hanya semacam.

e) Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam penentuan harga, contoh: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).

  • Pasar Monopolistik

Merupakan tempat dengan banyak penjual yang menjual barang yang berbeda. Pasar ini banyak ditemui di sektor perdagangan eceran dan jasa. Misalnya salon, toko kelontong, angkutan dan toko obat.

Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.

a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.

b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.

c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada satu penjual yang akan menguasai pasar.

d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.

e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan memengaruhi harga pasar.

f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual.

  • Pasar Oligopoli

Merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual yang menjual suatu barang tertentu, sehingga penjual yang satu dengan lainnya bisa mempengaruhi harga.

Pasar oligopoli mempunyai ciri-ciri berikut ini.

a) Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu penjual akan memengaruhi penjual lainnya.

b) Produk-produknya berstandar.

c) Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.

d) Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan.

Fungsi Pasar

Pasar memiliki beberapa fungsi penting. Berikut adalah fungsi dari pasar.

Fungsi Distribusi Produk

Pasar menjadi tempat untuk aktivitas menyalurkan barang atau jasa yang dibuat oleh produsen kepada para konsumen. Dengan adanya pasar masyarakat bisa membeli barang atau jasa yang tidak bisa mereka hasilkan sendiri.

Contohnya ada penjual peternak ayam, lalu telur tersebut dijual di pasar dan dibeli oleh konsumen. Penjual tersebut berperan sebagai distributor, sedangkan orang yang berternak menjadi produsen dan pembeli menjadi konsumen. Akan tetapi dalam suatu kasus ada penjual yang berperan sebagai produsen dan juga distributor.

Fungsi Penetapan Harga

Lantaran adanya interaksi antara penjual dan pembeli,maka juga akan ada permintaan dan penawaran dari kedua pihak tersebut. Dengan begitu terjadi kesepakatan harga kesetimbangan yang bisa dicapai dari interaksi tersebut. Fungsi pasar adalah sebagai tempat penetapan harga ari barang atau jasa yang diperjualbelikan, sebab terjadinya interaksi dan adanya kesepatan dari pembeli maupun penjual.

Fungsi Promosi

Pasar menjadi tempat bertemunya konsumen, sehingga pasar menjadi tempat promosi yang tepat bagi produsen untuk memperkenalkan produk mereka. Biasanya dalam proses promosi pihak produsen akan menawarkan promo menarik. Misalnya harga produk yang lebih terjangkau.

Fungsi Penyerapan Tenaga Kerja

Selain adanya pedagang dan pembeli, di pasar juga ada pihak lain yang bisa terlibat dalam kegiatan ekonomi. Contohnya tukang bersih-bersih, ojek, tukang parkir dan lain sebagainya. Maka dari itu pasar memiliki fungsi untuk menyerap tenaga kerja.

Menyediakan Barang dan Jasa untuk Masa Mendatang

Pasar memiliki peran sebagai fasilitator untuk mengelola tabungan dan investasi. Investasi berfungsi untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan pada masa yang akan datang. Tabungan dan investasi tersebut akan berinteraksi di pasar. Pasar yang berfungsi untuk memberikan fasilitas investasi dan tabungan adalah pasar modal.

Investor akan mencari pihak-pihak yang memiliki tabungan untuk keperluan investasinya dan mencari pihak yang membutuhkan modal. Kedua pihak ini bisa bertemu di pasar modal.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *